23 September 2006

Putri Sumsel

Mencarut

Daftar Kata-Kata Kotor(Mencarut) Palembang yang digunakan untuk menjelekkan orang lain.
Berikut ini adalah daftar kata-kata yang kebanyakan dipakai oleh orang-orang Palembang apabila sedang kesal pada orang lain. Kata-kata ini sangat tidak layak diucapkan karena dapat mengundang amarah, antipati dan emosi orang yang menjadi target kata-kata buruk tersebut.

Oleh sebab itu sebaiknya jangan pernah anda mendengar kata-kata ini terucap dalam keluarga anda, kalau itu terjadi sebaiknya ditegur secara baik dan diberi nasihat agar kata-kata itu tidak terucap lagi, didiklah anak-anak dan keluarga anda untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor tersebut dalam kondisi apapun.

Catatan :

  • Jangan digunakan dan dipakai di rumah anda
  • Untuk memperjelas pakailah akhiran "NIAN"

Artikel ini untuk pengetahuan saja, tidak untuk dipakai

  • Kata-Kata Kotor Seri Binatang
    - Anjing
    - Babi
    - Beruk
    - Buayo
  • Kata-Kata Kotor Seri Alat Kelamin dan sekitarnya
    diSensor karena terlalu kasar, dan tidak enak didengar :)
  • Kata-Kata Kotor Seri Transeksual
    - Lunte
    - Lunte lanang
    - Banci
  • Kata-Kata Kotor Seri Kebodohan dan Psikologi
    - Buyan
    - Lolo
    - Gilo
    - Sinting
  • Kata Kotor Seri Cacat
    - Buto
    - Pekak
    - Gendut
    - Jahat
  • Kata-Kata Kotor Seri Bebas Umum
    - Tako'an
    - Cak Betatuan
    - Setan
    - Iblis
    - Bangsat
    - Tai kucing
    - Kampang
    - cumak kau

masih dicari kata-kata lain.....

12 September 2006

email dari : Kiagos Mohamed Faizal

Hello Zanial,

Nama ku Faizal dan aku senang sekali ketemu dengan blog Palembang mu.
Ternyata Palembang sudah semakin pesat pembangunannya. Bandara nya hebat sekali.
Aku kali terakhir kePalembang tahun awal 1995. Kalau bisa saya minta tolong
untuk keterangan lebih mendalam tentang hilir? Ada tulisdan mengenai 16 Hilir, apakah
itu yang dulunya MegaRia? Kalo begitu adakah 17Hilir cuma disebelahnya?
Photo-photo Jembatan Ampera dan Masjid Agung sungut menakjubkan. Suasana
waktu malam itu semacam memberi ketenangan?? Mudah-mudah Palembang akan
tetap begitu.

Write to me if you do not mind.

Thanks

Kiagos Mohamed Faizal


Hilir atau disini disebut Seberang Ilir, terdiri dari beberapa kelurahan yang kebanyakan disebut dengan nama angka dan ilir, contoh; 1 Ilir, 2 Ulir... sampai 36 Ilir, dan ada beberapa kelurahan yang tidak memakai ilir, seperti Kalidoni, Siring Agung, Bukit Lama, Bukit Baru, dan lain-lain.
Sedangkan 16 Ilir adalah suatu kawasan pasar, dulu pasar tradisional, dan sekarang kawasan itu sudah berangsur hilang, yang hanya tinggal pasar kaki lima yang setiap hari sering di usir Satpol PP, sekarang sangat ramai untuk kawasan itu. Sedangkan Megahria ada di 17 Ilir, disini kebanyakan pertokoan seperti Megah Ria, Bandung Dept Store, Dika Soping Center (sudah terbakar), Gaya Baru sudang di renovasi, disekitar itu juga ada pasar tradisional teman-teman kita dari keturunan, karena di lokasi ini juga banyak sekali warga keturunan yang sejak lama bermukim di sekitar sini, ada juga pasar Ikan Hias, Unggas dan lain-lain. Dan disinilah kawasan paling ramai di Palembang, kebanyakan pengunjungnya dari semua kelas mulai dari kelas bawah hingga kelas atas. Koleksi gambar yang saya sertakan ini adalah suasana di Pertokoan Tengkuruk Permai (tahun 1998 pernah terbakar) dan Pasar 16 Ilir yang saya ambil gambarnya dari atas jembatan Ampera.

Pasar 16 Ilir

Pertokoan Tengkuruk Permai