bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

03 June 2008

Pasar Pocong


Pasar Pocong, Haaaa... bener-bener ada, emang namanya serem karena mengambil kata pocong, pasar ini di pinggiran pekuburan Telaga Swidak disebuah lorong kecil, di muka lorong pada kiri kanannya ada pekuburan, untuk yang baru pertama kali masuk emang sedikit agak merinding, tapi untuk orang sekitar keberadaan pasar ini sangat membantu mereka. Pasar ini buka pagi hari hingga pukul 10 atau pukul 11 siang, yang dijual disini kebutuhan ibu-ibu rumah tangga untuk masak sehari-hari.

02 June 2008

Pindang Meranjat


Tempat Makan

Lalap, sama kayak lalap di tempat lain

Rusip

Seluang Goreng

Pepes Tempoyak

Lahap ya (rasanya nendang sekali)

Pindang tulang dengan 12 racikan, cocok buat lelaki kata juru masaknya

Ikan gabus Panggang, ikannya masih ABG kata Bu' Sunda

Panggung, (klo di Palembang pangggung itu tempat nyanyi), kalau disi panggung adalah juru masak andalan rumah makan ini

Senin siang, mimpi apa saya diajak serta untuk acara perpisahan dari teman, sahabat dan ibu kami (Dr. Ratu Mutialela) untuk pindah ke Malaysia menuntut ilmu dan juga membagi ilmu di negeri jiran itu, setelah acara resmi kami (10 ibu dan 3 bpk) menuju ke Pindang Meranjat Jakabaring. Suasananya enak nyaman dengan hidangan khas Meranjat. Saya sempat berkenalan dengan Jurumasak rumah makan ini ibu Juairiyah yang mengatakan Pindang Tulang disini diberikan dengan 12 racikan( ha...) apa itu bu, antara lain Cabe Jawa, serai, cengkeh dan racikan lain yang bisa menambah stamina lelaki, panas katanya (hoho) . Di meja kami (empat meja dibaris memanjang) penuh dengan makanan khas Meranjat. Ada satu makanan yang paling ku suka yang bisa menglahkan paha ayam sekalipun, makanan itu namanya "rusip" ikan kecil yang di permentasi (dibusukkan) tapi sayang untuk yang satu ini lebih enak rusip masakan istri tercinta di rumah.

Tempat Paling Kotor di Ampera !




Jika anda berniat menikmati indahnya jembatan Ampera dengan berjalan diatasnya, saya harap tidak melewati tangga ini, posisinya tangga ini di bagian seberang ulu arah barat. Disamping amat kotor dengan sampah yang bertebaran di sudut-sudut tangga. Dan kalau terpaksa juga lewat sini siap-siap tutup hidung karena bau pesing yang sangat menyegat.

Ngobrol dengan Mantan Heiho



Sebelum berbicara banyak tentang Pak. Haji Sulaiman yang mantan Heiho ini berikut apa yang dimaksud dengan Heiho, Heiho adalah pasukan yang terdiri dari bangsa Indonesia yang dibentuk oleh tentara pendudukan Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II. Pasukan ini dibentuk berdasarkan instruksi Bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kekaisaran Jepang pada tanggal 2 September 1942 dan mulai merekrut anggota pada 22 April 1943.

Heiho pada awalnya dimaksudkan untuk membantu pekerjaan kasar militer seperti membangun kubu dan parit pertahanan, menjaga tahanan, dll. Dalam perkembangannya, seiring semakin sengitnya pertempuran, Heiho dipersenjatai dan dilatih untuk diterjunkan di medan perang, bahkan hingga ke Morotai dan Burma.

Menjelang akhir pendudukan Jepang di Indonesia, jumlah pasukan Heiho diperkirakan mencapai 42.000 orang dengan lebih dari setengahnya terkonsentrasi di pulau Jawa. Heiho dibubarkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia setelah Jepang menyerah pada Belanda dan sebagian anggotanya dialihkan menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR). Sumber Wiki.

Tepat ditengah bentangan jembatan Ampera saya berjumpa dengan bapak yang memperkenalkan diri sebagai Haji Sulaiman ia lahir 17 Agustus 1928 di Bengkulu, masa remajanya dijadikan sebagai tentara Jepang menjadi Heiho. Ia tidak berbicara banyak tentang keberadaan dan pengalamannya jadi Heiho, setelah menjadi Heiho ia disuruh kawin dan kembai ke kampung, tapi merasa tidak enak di kampung ia merantau lagi ke Palembang. Kemudian cerita kami kembali ke Palembang sesuai dengan keinginan saya, ia mengatakan tepat di Monpera ada sebuah Bank, kemudian ia juga letak dari sungai Tengkuruk dan kebersihan lingkungan pada zaman Belanda, sekarang dia menilai kota kita masih kotor tidak seperti pada zaman Belanda dulu, ia juga bercerita mengenai anak-anak Belanda kalau makan jeruk, bahwa kulitnya tidak pernah mereka buang, sepanjang ia makan kulit jeruk tetap ia pegang dan nanti akan dibuang ditempat yang ditentukan, tidak seperti sekarang sambil makan kulitnya malah di buang ke kiri, ke kanan, kebelakang (lucu juga ya). Ia sempat menynggung kebaeradaan tangga jembatan Ampera bagian seberang ulu, disamping kotor oleh sampah bau pesing dan menyengat sangat menggangu jika melewati tempat ini (mengenai tempat kotor ini, tunggu posting berikutnya).

Gerak Perekonomian kelas Bawah






Ada pepaya, kerupuk dan bawang dan ada yang harus melintasi tingginya jembatan Ampera serta menelusuri kampung.

01 June 2008

Gadis Musirawas

Gadis-gadis cantik dari MUSIRAWAS, cantik-cantik dan manis-manis
ngomong-ngomong kacamata*) nya keren sekali.
*) Jajanan Khas BKB

Bersama Tim Kesenian OKI di luar Panggung

Saya sempat berkenalan sama mereka dan mereka menyambut hangat, karena saya sangat senang akan tim ini, kesenangan saya diawali dengan pakaian mereka kemudian sebuah lagu yang membuat saya terbuai dan ikut larut terhadap lagu tersebut, selamat buat teman-teman dari OKI