03 June 2008
Pasar Pocong
02 June 2008
Pindang Meranjat
Senin siang, mimpi apa saya diajak serta untuk acara perpisahan dari teman, sahabat dan ibu kami (Dr. Ratu Mutialela) untuk pindah ke Malaysia menuntut ilmu dan juga membagi ilmu di negeri jiran itu, setelah acara resmi kami (10 ibu dan 3 bpk) menuju ke Pindang Meranjat Jakabaring. Suasananya enak nyaman dengan hidangan khas Meranjat. Saya sempat berkenalan dengan Jurumasak rumah makan ini ibu Juairiyah yang mengatakan Pindang Tulang disini diberikan dengan 12 racikan( ha...) apa itu bu, antara lain Cabe Jawa, serai, cengkeh dan racikan lain yang bisa menambah stamina lelaki, panas katanya (hoho) . Di meja kami (empat meja dibaris memanjang) penuh dengan makanan khas Meranjat. Ada satu makanan yang paling ku suka yang bisa menglahkan paha ayam sekalipun, makanan itu namanya "rusip" ikan kecil yang di permentasi (dibusukkan) tapi sayang untuk yang satu ini lebih enak rusip masakan istri tercinta di rumah.
Tempat Paling Kotor di Ampera !
Jangan Lupa Lihat di :
Ampera,
Bersih,
Visit Musi Year 2008
Ngobrol dengan Mantan Heiho
Heiho pada awalnya dimaksudkan untuk membantu pekerjaan kasar militer seperti membangun kubu dan parit pertahanan, menjaga tahanan, dll. Dalam perkembangannya, seiring semakin sengitnya pertempuran, Heiho dipersenjatai dan dilatih untuk diterjunkan di medan perang, bahkan hingga ke Morotai dan Burma.
Menjelang akhir pendudukan Jepang di Indonesia, jumlah pasukan Heiho diperkirakan mencapai 42.000 orang dengan lebih dari setengahnya terkonsentrasi di pulau Jawa. Heiho dibubarkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia setelah Jepang menyerah pada Belanda dan sebagian anggotanya dialihkan menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR). Sumber Wiki.
Tepat ditengah bentangan jembatan Ampera saya berjumpa dengan bapak yang memperkenalkan diri sebagai Haji Sulaiman ia lahir 17 Agustus 1928 di Bengkulu, masa remajanya dijadikan sebagai tentara Jepang menjadi Heiho. Ia tidak berbicara banyak tentang keberadaan dan pengalamannya jadi Heiho, setelah menjadi Heiho ia disuruh kawin dan kembai ke kampung, tapi merasa tidak enak di kampung ia merantau lagi ke Palembang. Kemudian cerita kami kembali ke Palembang sesuai dengan keinginan saya, ia mengatakan tepat di Monpera ada sebuah Bank, kemudian ia juga letak dari sungai Tengkuruk dan kebersihan lingkungan pada zaman Belanda, sekarang dia menilai kota kita masih kotor tidak seperti pada zaman Belanda dulu, ia juga bercerita mengenai anak-anak Belanda kalau makan jeruk, bahwa kulitnya tidak pernah mereka buang, sepanjang ia makan kulit jeruk tetap ia pegang dan nanti akan dibuang ditempat yang ditentukan, tidak seperti sekarang sambil makan kulitnya malah di buang ke kiri, ke kanan, kebelakang (lucu juga ya). Ia sempat menynggung kebaeradaan tangga jembatan Ampera bagian seberang ulu, disamping kotor oleh sampah bau pesing dan menyengat sangat menggangu jika melewati tempat ini (mengenai tempat kotor ini, tunggu posting berikutnya).
Tepat ditengah bentangan jembatan Ampera saya berjumpa dengan bapak yang memperkenalkan diri sebagai Haji Sulaiman ia lahir 17 Agustus 1928 di Bengkulu, masa remajanya dijadikan sebagai tentara Jepang menjadi Heiho. Ia tidak berbicara banyak tentang keberadaan dan pengalamannya jadi Heiho, setelah menjadi Heiho ia disuruh kawin dan kembai ke kampung, tapi merasa tidak enak di kampung ia merantau lagi ke Palembang. Kemudian cerita kami kembali ke Palembang sesuai dengan keinginan saya, ia mengatakan tepat di Monpera ada sebuah Bank, kemudian ia juga letak dari sungai Tengkuruk dan kebersihan lingkungan pada zaman Belanda, sekarang dia menilai kota kita masih kotor tidak seperti pada zaman Belanda dulu, ia juga bercerita mengenai anak-anak Belanda kalau makan jeruk, bahwa kulitnya tidak pernah mereka buang, sepanjang ia makan kulit jeruk tetap ia pegang dan nanti akan dibuang ditempat yang ditentukan, tidak seperti sekarang sambil makan kulitnya malah di buang ke kiri, ke kanan, kebelakang (lucu juga ya). Ia sempat menynggung kebaeradaan tangga jembatan Ampera bagian seberang ulu, disamping kotor oleh sampah bau pesing dan menyengat sangat menggangu jika melewati tempat ini (mengenai tempat kotor ini, tunggu posting berikutnya).
Jangan Lupa Lihat di :
Ampera,
Gado-Gado,
Visit Musi Year 2008
Gerak Perekonomian kelas Bawah
01 June 2008
Gadis Musirawas
Gadis-gadis cantik dari MUSIRAWAS, cantik-cantik dan manis-manis
ngomong-ngomong kacamata*) nya keren sekali.
*) Jajanan Khas BKB
ngomong-ngomong kacamata*) nya keren sekali.
*) Jajanan Khas BKB
Bersama Tim Kesenian OKI di luar Panggung
Saya sempat berkenalan sama mereka dan mereka menyambut hangat, karena saya sangat senang akan tim ini, kesenangan saya diawali dengan pakaian mereka kemudian sebuah lagu yang membuat saya terbuai dan ikut larut terhadap lagu tersebut, selamat buat teman-teman dari OKI
Subscribe to:
Posts (Atom)