20 November 2006

Presiden Setuju Palembang Jadi Kota Wisata Sungai

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik prakarsa Pemda Sumsel dan Pemkot Palembang untuk menjadikan Palembang sebagai Kota Wisata Sungai di Tanah Air. "Saya sambut gembira prakarsa Pemda Sumsel dan Kota Palembang," kata Yudhono saat meresmikan pembangunan bandara. Ia mengharapkan mulai tahun 2006, mulai diadakan acara di sungai Musi yang mencirikan tumbuhnya kesenian dan budaya serta olah raga Palembang atau Sumatera Selatan.
Menurut Presiden, Palembang memiliki keunikan tersendiri yang mungkin tidak dimiliki kota lainnya di Tanah Air. "Palembang adalah salah satu kota sungai seperti Bangkok dan Phnom Phen (Kamboja)," katanya. Di Bangkok dan Pnhom Phen setiap tahun banyak wisatawan yang datang dan menyaksikan atraksi di sungai yang membelah kota, atraksi itu berkaitan dengan legenda dan mitos di daerah itu.
"Alangkah baiknya jika tradisi masyarakat Palembang yang terkait sungai Musi dan anak sungainya digali kembali untuk kepentingan atraksi parawisata," kata Presiden. Presiden juga meminta agar menggiatkan dan menggalakan olah raga terkait dengan air, seperti dayung dan arung jeram. Untuk itu Presiden meminta agar sungai Musi dan anak sungainya tidak kotor dan terpolusi, jika itu terjadi akan menjauh darinya.
Presiden mengatakan jika pariwisata di Palembang maju maka akan berdampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat. Untuk itu ia meminta menteri pariwisata menpora dan pemda setempat serta masyarakat untuk mewujudkan Palembang menjadi wisata air.
sumber :Gatra.com

19 October 2006

Selamat Lebaran

Selamat Lebaran buat warga Palembang dimana saja berada
Minal Aidin walfaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

03 October 2006

Indahnya Jembatan Ampera



PALEMBANG(Sumatera Express) - Jembatan bersejarah Ampera kini lebih  indah lagi. LED Sign, lampu hias berteknologi tinggi menghiasi jembatan tersebut.  Kalau malam  terlihat betul lampu-lampu menyala berwarna-warni membentang  di bibir,  di tiang, dan rangka jembatan. Lampu itu berubah–ubah secara otomotis. Jika dilihat dari pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), lampu itu bertambah indah lagi. "Indah nian, Kak. Kita seakan betah di tempat ini," kata seorang warga kepada koran ini tadi malam di sekitar BKB. Lampu-lampu ini memang berbeda dengan desain tahun-tahun sebelumnya yang hanya satu warna. Kini benar-benar bervariasi.

Saat paparan di depan Gubernur Sumsel Ir Syahrial Oesman, Wali Kota Palembang Ir Eddy Santana Putra pernah mengatakan, biaya untuk mempercantik pesona wisata Jembatan Ampera ini sebesar Rp 17 miliar.
    Tujuan dipercantiknya Ampera memang sangat beralasan. Wako Eddy ingin membuat arus wisata ke Palembang bergairah. Dia tidak ingin ada kesan jembatan ini kumuh, tidak terawat. Padahal jembatan ini masuk aset sejarah dan wisata yang bisa  mendatangkan  income  tersendiri. Pemkot sendiri sudah memprioritaskan anggaran kepada sektor penting seperti pendidikan, kesehatan dan aspek sosial lainnya.
    Drs H Aip Sarifuddin dari PT Trimitra Mulia Kencana pernah mengatakan, pihaknya memang memberikan kontribusi pemeliharaan dan mempercantik Ampera. LED Sign jembatan menggunakan sistem komputer, ada permainan 12 cahaya yang bisa berubah-ubah secara otomatis. Teknologi terbaru dan paling canggih ini dari Cina yang digunakan sejajar dengan produk Eropa lainnya.
    Kelebihan menggunakan produk ini di antaranya mendapat garansi 70 ribu jam atau selama 8 sampai 10 tahun. Investasi total Rp 17 miliar tersebut dirinci untuk biaya pemasangan lampu LED Sign sebesar Rp 3 miliar, pembayaran listrik per bulan sebesar Rp 200 juta atau setahun sekitar Rp 12 miliar dan biaya pemeliharaan Rp 2 miliar.

23 September 2006

Putri Sumsel

Mencarut

Daftar Kata-Kata Kotor(Mencarut) Palembang yang digunakan untuk menjelekkan orang lain.
Berikut ini adalah daftar kata-kata yang kebanyakan dipakai oleh orang-orang Palembang apabila sedang kesal pada orang lain. Kata-kata ini sangat tidak layak diucapkan karena dapat mengundang amarah, antipati dan emosi orang yang menjadi target kata-kata buruk tersebut.

Oleh sebab itu sebaiknya jangan pernah anda mendengar kata-kata ini terucap dalam keluarga anda, kalau itu terjadi sebaiknya ditegur secara baik dan diberi nasihat agar kata-kata itu tidak terucap lagi, didiklah anak-anak dan keluarga anda untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor tersebut dalam kondisi apapun.

Catatan :

  • Jangan digunakan dan dipakai di rumah anda
  • Untuk memperjelas pakailah akhiran "NIAN"

Artikel ini untuk pengetahuan saja, tidak untuk dipakai

  • Kata-Kata Kotor Seri Binatang
    - Anjing
    - Babi
    - Beruk
    - Buayo
  • Kata-Kata Kotor Seri Alat Kelamin dan sekitarnya
    diSensor karena terlalu kasar, dan tidak enak didengar :)
  • Kata-Kata Kotor Seri Transeksual
    - Lunte
    - Lunte lanang
    - Banci
  • Kata-Kata Kotor Seri Kebodohan dan Psikologi
    - Buyan
    - Lolo
    - Gilo
    - Sinting
  • Kata Kotor Seri Cacat
    - Buto
    - Pekak
    - Gendut
    - Jahat
  • Kata-Kata Kotor Seri Bebas Umum
    - Tako'an
    - Cak Betatuan
    - Setan
    - Iblis
    - Bangsat
    - Tai kucing
    - Kampang
    - cumak kau

masih dicari kata-kata lain.....

12 September 2006

email dari : Kiagos Mohamed Faizal

Hello Zanial,

Nama ku Faizal dan aku senang sekali ketemu dengan blog Palembang mu.
Ternyata Palembang sudah semakin pesat pembangunannya. Bandara nya hebat sekali.
Aku kali terakhir kePalembang tahun awal 1995. Kalau bisa saya minta tolong
untuk keterangan lebih mendalam tentang hilir? Ada tulisdan mengenai 16 Hilir, apakah
itu yang dulunya MegaRia? Kalo begitu adakah 17Hilir cuma disebelahnya?
Photo-photo Jembatan Ampera dan Masjid Agung sungut menakjubkan. Suasana
waktu malam itu semacam memberi ketenangan?? Mudah-mudah Palembang akan
tetap begitu.

Write to me if you do not mind.

Thanks

Kiagos Mohamed Faizal


Hilir atau disini disebut Seberang Ilir, terdiri dari beberapa kelurahan yang kebanyakan disebut dengan nama angka dan ilir, contoh; 1 Ilir, 2 Ulir... sampai 36 Ilir, dan ada beberapa kelurahan yang tidak memakai ilir, seperti Kalidoni, Siring Agung, Bukit Lama, Bukit Baru, dan lain-lain.
Sedangkan 16 Ilir adalah suatu kawasan pasar, dulu pasar tradisional, dan sekarang kawasan itu sudah berangsur hilang, yang hanya tinggal pasar kaki lima yang setiap hari sering di usir Satpol PP, sekarang sangat ramai untuk kawasan itu. Sedangkan Megahria ada di 17 Ilir, disini kebanyakan pertokoan seperti Megah Ria, Bandung Dept Store, Dika Soping Center (sudah terbakar), Gaya Baru sudang di renovasi, disekitar itu juga ada pasar tradisional teman-teman kita dari keturunan, karena di lokasi ini juga banyak sekali warga keturunan yang sejak lama bermukim di sekitar sini, ada juga pasar Ikan Hias, Unggas dan lain-lain. Dan disinilah kawasan paling ramai di Palembang, kebanyakan pengunjungnya dari semua kelas mulai dari kelas bawah hingga kelas atas. Koleksi gambar yang saya sertakan ini adalah suasana di Pertokoan Tengkuruk Permai (tahun 1998 pernah terbakar) dan Pasar 16 Ilir yang saya ambil gambarnya dari atas jembatan Ampera.

Pasar 16 Ilir

Pertokoan Tengkuruk Permai

25 August 2006

Edi Santana

Ir. Edi Santana, MT
Walikota Kotamadya Palembang