18 September 2013

Kapal Marie

Kapal Marie, kapal penyeberangan yang pernah ada di Palembang sebelum adanya Jembatan Ampera

10 September 2013

11 March 2013

Pemilihan Wali Kota Palembang Digelar 7 April

PALEMBANG – Pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palembang untuk periode lima tahun ke depan akan dilaksanakan pada 7 April 2013.

Dalam pesta demokrasi itu ada tiga pasangan yang memenuhi persyaratan dan dinyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang sebagai calon yang berhak maju dalam pilkada yakni  H.Romi Herton – H.Harnojoyo,  H.Sarimuda – Hj.Nelly Rosdiana, dan  H.Mularis Djahri – H.Husni Tahmrin.

Penetapan pasangan calon peserta pilkada Kota Palembang itu dilakukan oleh komisioner KPU setempat pada 21 Februari 2013 ditandai dengan pengundian nomor urut peserta yang akan dicetak dalam surat suara.

Dari ketiga pasangan itu pasangan Mularis-Husni mendapat nomor urut satu (1), sedangkan Romi-Harno mendapat nomor urut dua (2), dan pasangan Sarimuda-Nelly mendapat nomor urut tiga (3).  Dalam proses pengundian nomor urut itu dilakukan secara terbuka disaksikan oleh ratusan pendukung masing-masing calon.

Ketua KPU Palembang Eftiyani mengatakan, dalam proses pengundian nomor dilakukan secara transparan dan tidak ada perlakuan istimewa kepada salah satu calon. “Siapapun calon diperlakukan sama, tidak ada yang bisa memilih atau memesan nomor yang diinginkan,” katanya.

“Sesuai ketentuan KPU dan Panwaslu Palembang seluruh peserta pilkada tidak boleh lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat mulai 22 Februari hingga masa kampanye dimulai pada 21 Maret, ketentuan itu akan kami patuhi dengan menginstruksikan seluruh tim sukses menghentikan semantara seluruh kegiatan yang sifatnya sosialisasi,” ujar pasangan Murni itu.

Ketua KPU Palembang menjelaskan, tahapan pilkada diawali pendaftaran PPK dan PPS pada 10 – 12 September 2012, kemudian penetapan daftar pemilih 20 Oktober 2012 – 4 April 2013, pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota pada 27 Desember 2012 hingga 2 Januari 2013 dan penetapan pasangan calon tersebut pada 21 Februari 2013.

Setelah dilakukan penetapan pasangan itu tahapan selanjutnya digelar kampanye damai siap menang dan siap kalah bersama ketiga pasangan  calon wali kota dan wakil wali kota pada pertengahan Maret 2013, kemudian ditetapkan masa kampanye pada 21 Maret hingga 3 April 2013 diawali dengan pemaparan visi misi calon di hadapan anggota DPRD Palembang.

“Setelah tahapan tersebut, dijadwalkan pemungutan suara pada 7 April 2013, kemudian penghitungan suara 7-16 April 2013 dan penetapan pasangan wali kota dan wakil wali kota Palembang terpilih, serta pengesahan dan pelantikan pasangan terpilih pada 21 Juli 2013,” kata Eftiyani.

Sumber : Kompas

23 February 2013

Kaki Lima

Berjualan tanpa membutuhkan tempat tetap bisa berpindah-pindah dimana banyak orang disitu dia ada. (Kaki Lima di Halaman Masjid Agung, saat hari Jumat)

22 February 2013

Banjir Pasang

Ketika Pasang besar, beberapa bagian kota Palembang terendam. Kejadian ini selalu datang dalam lima tahunan, banjir ini melanda daerah yang dekat dengan Sungai Musi dan anak-anak sungainya. Dulu banjir seperti ini malah memperindah kota, bahkan dulu Palembang dikenal dengan kota air bahkan pernah disebut Venesia di timur. Sekarang banjir seperti ini dianggap suatu musibah yang patut dihindari, padahal tahu ini adalah air pasang.

21 February 2013

Pulau Komaro

Sebentar lagi (24 Feb 2013) tempat ini akan ramai dikunjungi pada saat perayaan Cap Go Meh, ratusan ribu ummat Tionghoa akan melakukan peribadatan, masyarakat Palembang dan sekitarnya memanfaatkannya sebagai tempat wisata gratis, karena angkutan ke tempat ini disediakan 24 jam gratis pada saat perayaan ummat Tionghoa ini

20 February 2013

Jalan Demang Lebar Daun

Sebuah jalan yang cukup besar tertelak antara simpang Bikit Besar sampai Simpang Polda, disini ada Perpustakaan Daerah, Kantor Catatan Sipil, Rumah Sakit Siti Khodijah, Kantor Pajak, beberapa rumah makan khas Palembang ,Istana Gubernur Gyra Agung dll.

19 February 2013

Pelataran BKB

Genangan Air @BKB Palembang ketika sore

18 February 2013

Angkot Pakjo

Angkot berwarna abu-abu ini mengangkut penumpang dari Pakjo Ujung sampai ke Ampera dengan melewati rute  Jl.Inspektur Marzuki, Demang Lebar Daun, Angkatan 45 (PS), GOR PSCC, Rumah Susun, Diponogoro, Merdeka sampai ke Ampera, begitupun sebaliknya.

17 February 2013

Angkot Plaju


Angkot adalah jenis moda angkutan dalam kota, angkot sangat bermanfaat bagi warga untuk bepergian ke tujuan yang mereka kehendaki. ANgkot di Palembang diatur dengan warna pada setiap jurusannya, seperti angkot dalam poto ini adalah angkot jurusan Plaju-Pasar dengan rute sebenarnya adalah Plaju sampai ke bawah jembatan Ampera di seberang ilir, namun yang terjadi angkot ini sampai ke seputar PIM dengan melewati jalan Merdeka, Diponogoro, KH.Ahmad Dahlan, Rumah Susun sampai  ke PIM dan kembali lagi ke Ampera melewati BKB, Ampera dan kembali menyeberang ke seberang ulu terus ke Terminal Plaju.

16 February 2013

Kapal Selam


Entah kenapa makanan satu ini dinamakan kapal selam, yang jelas ini pempek khas dari kota Palembang, ukurannya agak besar dari pempek biasa, berisi satu butir telur, cukup kenyang kalau menyantap makanan ini, akan lebih enak jika ditambahkan sedikit mie, cacahan halus timun dan udang kering.

26 January 2013

Palembang Bangun Monorel, Alex Sindir Jokowi

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengungkapkan, Pemerintah Sumatera Selatan merencanakan pembangunan monorel sebagai salah satu alternatif transportasi massal di kota Palembang pada tahun 2013 ini. 
Alex menyampaikan hal itu dalam sambutan seusai penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan PT True North Bridge Capital di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2013).
Alex pun mengaku optimistis pembangunan monorel tidak akan menemui banyak kendala. Ia pun sempat menyindir Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Alex mengaku yakin proyek monorel ini dapat mengungguli proyek serupa milik Pemerintah DKI Jakarta.
"Kami akan membangun monorel untuk memaksimalkan pelayanan publik di Palembang. Saya mau langsung jadi, walau pembangunan monorel limited budget, tapi saya akan menyinergikan pemerintah dan pihak swasta dengan berbagai program kebutuhan masyarakat. Kita mau mendahului Pak Jokowi," kata Alex penuh semangat.
Alex mengatakan, dalam skema pembiayaan pemerintah pusat dapat ikut serta memberi kucuran dana. Namun sambil menunggu persetujuan pembiayaan tersebut, proyek monorel ini akan berjalan dengan dana dari Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang, dan investor swasta. "Tetap berharap dapat dana pusat, tapi walaupun dana pusat belum turun tetap dijalankan," ujarnya. "Biaya dari pusat dibutuhkan untuk menurunkan harga tiket," sambung Alex.
Proyek monorail di Palembang, khususnya koridor 1 hanya akan membutuhkan waktu pembangunan paling lambat tiga tahun. Hal itu karena Sumatera Selatan telah memiliki segala aspek sumber daya yang ada untuk mendukung suksesnya proyek ini. "Paling lama empat tahun, kalau bisa malah saya usahakan bisa tiga tahun. Kita sudah punya segala yang dibutuhkan. Dana cukup, Sumber Daya Manusia ada dan keinginan besar," tegas Alex.
Pembangunan monorail di Palembang akan melibatkan beberapa calon investor asal Korea Selatan dan Amerika Serikat, yaitu Hyundai Group, Korea Consultant Internatinal Group, Dohwa Group, dan STA Engineering Group. Dalam proyeksi jangka panjang, monorail Palembang akan melayani empat koridor, masing-masing koridor 1 (Masjid Agung-Jakabaring-Lingkar Selatan), koridor 2 (Prameswara-Mayor Zen), koridor 3 (Demang Lebar Daun-Patal Pusri), dan koridor 4 (Masjid Agung-Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II).

Sumber : Kompas

20 January 2013

Mogok Supir Truk Batubara


Sejak tanggal 15 Januari 2013 ratusan sopir dan awak pengangkut Batubara melakukan mogok dan demo di halaman kantor Pemprov Sumatera Selatan. Demo ini terkait Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan yang melarang Truk Pengangkut Batubara melewati jalan umum dan jalan protokol. Truk batubara dihimbau agar melewati jalan khusus untuk transportasi angkutan batubara yang telah dibangun PT. Servo Lintas Raya.
Peraturan  tersebut ditempuh atas permintaan sebagian  masyarakat SumSel yang mengeluh atas kemacetan jalan, kerusakan jalan yang disebabkan aktivitas truk pengangkut batubara melewati ruas jalan terutama di wilayah Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Ogan Ilir dan Kota Palembang. 


Ampera Tempo Dulu


Tahun 70an, suasana datas jembatan ini masih nyaman dan tidak sepadat sekarang.

08 January 2013

Jalan Merdeka 1935

Dilihat dari atas menara air, dan terlihat bangunan Hotel Musi, biskop Continental (Saga) dan dari kejauhan tampak Masjid Agung.

06 January 2013

Pagar Ayu


Pagar Ayu Tempo dulu dengan pakaian lengkap khas Palembang.

Menara Air


Ketika baru usai dibangun ada sungai yang bernama Sungai Kapuran di depan gedung ini, sungai ini berhubungan dengan sungai Tengkuruk yang dulu melintas ditengah kota melewati kaki jembatan Ampera dan ketika itu di depan gedung ini sering banjir karena luapan air sungai ini.