Genangan Air @BKB Palembang ketika sore
19 February 2013
18 February 2013
Angkot Pakjo
Angkot berwarna abu-abu ini mengangkut penumpang dari Pakjo Ujung sampai ke Ampera dengan melewati rute Jl.Inspektur Marzuki, Demang Lebar Daun, Angkatan 45 (PS), GOR PSCC, Rumah Susun, Diponogoro, Merdeka sampai ke Ampera, begitupun sebaliknya.
17 February 2013
Angkot Plaju
Angkot adalah jenis moda angkutan dalam kota, angkot sangat bermanfaat bagi warga untuk bepergian ke tujuan yang mereka kehendaki. ANgkot di Palembang diatur dengan warna pada setiap jurusannya, seperti angkot dalam poto ini adalah angkot jurusan Plaju-Pasar dengan rute sebenarnya adalah Plaju sampai ke bawah jembatan Ampera di seberang ilir, namun yang terjadi angkot ini sampai ke seputar PIM dengan melewati jalan Merdeka, Diponogoro, KH.Ahmad Dahlan, Rumah Susun sampai ke PIM dan kembali lagi ke Ampera melewati BKB, Ampera dan kembali menyeberang ke seberang ulu terus ke Terminal Plaju.
16 February 2013
Kapal Selam
Entah kenapa makanan satu ini dinamakan kapal selam, yang jelas ini pempek khas dari kota Palembang, ukurannya agak besar dari pempek biasa, berisi satu butir telur, cukup kenyang kalau menyantap makanan ini, akan lebih enak jika ditambahkan sedikit mie, cacahan halus timun dan udang kering.
26 January 2013
Palembang Bangun Monorel, Alex Sindir Jokowi
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengungkapkan, Pemerintah Sumatera Selatan merencanakan pembangunan monorel sebagai salah satu alternatif transportasi massal di kota Palembang pada tahun 2013 ini.
Alex menyampaikan hal itu dalam sambutan seusai penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan PT True North Bridge Capital di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2013).
Alex pun mengaku optimistis pembangunan monorel tidak akan menemui banyak kendala. Ia pun sempat menyindir Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Alex mengaku yakin proyek monorel ini dapat mengungguli proyek serupa milik Pemerintah DKI Jakarta.
"Kami akan membangun monorel untuk memaksimalkan pelayanan publik di Palembang. Saya mau langsung jadi, walau pembangunan monorel limited budget, tapi saya akan menyinergikan pemerintah dan pihak swasta dengan berbagai program kebutuhan masyarakat. Kita mau mendahului Pak Jokowi," kata Alex penuh semangat.
Alex mengatakan, dalam skema pembiayaan pemerintah pusat dapat ikut serta memberi kucuran dana. Namun sambil menunggu persetujuan pembiayaan tersebut, proyek monorel ini akan berjalan dengan dana dari Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang, dan investor swasta. "Tetap berharap dapat dana pusat, tapi walaupun dana pusat belum turun tetap dijalankan," ujarnya. "Biaya dari pusat dibutuhkan untuk menurunkan harga tiket," sambung Alex.
Proyek monorail di Palembang, khususnya koridor 1 hanya akan membutuhkan waktu pembangunan paling lambat tiga tahun. Hal itu karena Sumatera Selatan telah memiliki segala aspek sumber daya yang ada untuk mendukung suksesnya proyek ini. "Paling lama empat tahun, kalau bisa malah saya usahakan bisa tiga tahun. Kita sudah punya segala yang dibutuhkan. Dana cukup, Sumber Daya Manusia ada dan keinginan besar," tegas Alex.
Pembangunan monorail di Palembang akan melibatkan beberapa calon investor asal Korea Selatan dan Amerika Serikat, yaitu Hyundai Group, Korea Consultant Internatinal Group, Dohwa Group, dan STA Engineering Group. Dalam proyeksi jangka panjang, monorail Palembang akan melayani empat koridor, masing-masing koridor 1 (Masjid Agung-Jakabaring-Lingkar Selatan), koridor 2 (Prameswara-Mayor Zen), koridor 3 (Demang Lebar Daun-Patal Pusri), dan koridor 4 (Masjid Agung-Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II).
Sumber : Kompas
20 January 2013
Mogok Supir Truk Batubara
Sejak tanggal 15 Januari 2013 ratusan sopir dan awak pengangkut Batubara melakukan mogok dan demo di halaman kantor Pemprov Sumatera Selatan. Demo ini terkait Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan yang melarang Truk Pengangkut Batubara melewati jalan umum dan jalan protokol. Truk batubara dihimbau agar melewati jalan khusus untuk transportasi angkutan batubara yang telah dibangun PT. Servo Lintas Raya.
Peraturan tersebut ditempuh atas permintaan sebagian masyarakat SumSel yang mengeluh atas kemacetan jalan, kerusakan jalan yang disebabkan aktivitas truk pengangkut batubara melewati ruas jalan terutama di wilayah Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Ogan Ilir dan Kota Palembang.
Jangan Lupa Lihat di :
Angkutan Darat,
Panorama,
Ruang Publik
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)



.jpg)