Angkot berwarna abu-abu ini mengangkut penumpang dari Pakjo Ujung sampai ke Ampera dengan melewati rute Jl.Inspektur Marzuki, Demang Lebar Daun, Angkatan 45 (PS), GOR PSCC, Rumah Susun, Diponogoro, Merdeka sampai ke Ampera, begitupun sebaliknya.
Showing posts with label Angkutan Darat. Show all posts
Showing posts with label Angkutan Darat. Show all posts
18 February 2013
17 February 2013
Angkot Plaju
Angkot adalah jenis moda angkutan dalam kota, angkot sangat bermanfaat bagi warga untuk bepergian ke tujuan yang mereka kehendaki. ANgkot di Palembang diatur dengan warna pada setiap jurusannya, seperti angkot dalam poto ini adalah angkot jurusan Plaju-Pasar dengan rute sebenarnya adalah Plaju sampai ke bawah jembatan Ampera di seberang ilir, namun yang terjadi angkot ini sampai ke seputar PIM dengan melewati jalan Merdeka, Diponogoro, KH.Ahmad Dahlan, Rumah Susun sampai ke PIM dan kembali lagi ke Ampera melewati BKB, Ampera dan kembali menyeberang ke seberang ulu terus ke Terminal Plaju.
26 January 2013
Palembang Bangun Monorel, Alex Sindir Jokowi
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengungkapkan, Pemerintah Sumatera Selatan merencanakan pembangunan monorel sebagai salah satu alternatif transportasi massal di kota Palembang pada tahun 2013 ini.
Alex menyampaikan hal itu dalam sambutan seusai penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan PT True North Bridge Capital di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2013).
Alex pun mengaku optimistis pembangunan monorel tidak akan menemui banyak kendala. Ia pun sempat menyindir Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Alex mengaku yakin proyek monorel ini dapat mengungguli proyek serupa milik Pemerintah DKI Jakarta.
"Kami akan membangun monorel untuk memaksimalkan pelayanan publik di Palembang. Saya mau langsung jadi, walau pembangunan monorel limited budget, tapi saya akan menyinergikan pemerintah dan pihak swasta dengan berbagai program kebutuhan masyarakat. Kita mau mendahului Pak Jokowi," kata Alex penuh semangat.
Alex mengatakan, dalam skema pembiayaan pemerintah pusat dapat ikut serta memberi kucuran dana. Namun sambil menunggu persetujuan pembiayaan tersebut, proyek monorel ini akan berjalan dengan dana dari Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang, dan investor swasta. "Tetap berharap dapat dana pusat, tapi walaupun dana pusat belum turun tetap dijalankan," ujarnya. "Biaya dari pusat dibutuhkan untuk menurunkan harga tiket," sambung Alex.
Proyek monorail di Palembang, khususnya koridor 1 hanya akan membutuhkan waktu pembangunan paling lambat tiga tahun. Hal itu karena Sumatera Selatan telah memiliki segala aspek sumber daya yang ada untuk mendukung suksesnya proyek ini. "Paling lama empat tahun, kalau bisa malah saya usahakan bisa tiga tahun. Kita sudah punya segala yang dibutuhkan. Dana cukup, Sumber Daya Manusia ada dan keinginan besar," tegas Alex.
Pembangunan monorail di Palembang akan melibatkan beberapa calon investor asal Korea Selatan dan Amerika Serikat, yaitu Hyundai Group, Korea Consultant Internatinal Group, Dohwa Group, dan STA Engineering Group. Dalam proyeksi jangka panjang, monorail Palembang akan melayani empat koridor, masing-masing koridor 1 (Masjid Agung-Jakabaring-Lingkar Selatan), koridor 2 (Prameswara-Mayor Zen), koridor 3 (Demang Lebar Daun-Patal Pusri), dan koridor 4 (Masjid Agung-Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II).
Sumber : Kompas
20 January 2013
Mogok Supir Truk Batubara
Sejak tanggal 15 Januari 2013 ratusan sopir dan awak pengangkut Batubara melakukan mogok dan demo di halaman kantor Pemprov Sumatera Selatan. Demo ini terkait Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan yang melarang Truk Pengangkut Batubara melewati jalan umum dan jalan protokol. Truk batubara dihimbau agar melewati jalan khusus untuk transportasi angkutan batubara yang telah dibangun PT. Servo Lintas Raya.
Peraturan tersebut ditempuh atas permintaan sebagian masyarakat SumSel yang mengeluh atas kemacetan jalan, kerusakan jalan yang disebabkan aktivitas truk pengangkut batubara melewati ruas jalan terutama di wilayah Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Ogan Ilir dan Kota Palembang.
Jangan Lupa Lihat di :
Angkutan Darat,
Panorama,
Ruang Publik
21 March 2012
Angkot Jadul

Angkot yang populer dan merajai jalanan di daerah Plaju dan Kertapati sampai awal tahun 80-an. Bentuknya gagah dan garang. Tarif terakhir dari angkot ini kalau tidak salah Rp.30,- dari Pasar ke Plaju dan Pasar ke Kertapati PP.
02 December 2011
TransMusi

Beberapa rute ramai TransMusi seperti Plaju-PS dan Ampera-KM12 selalu padat penumpang sehingga para penumpangnya disamping lama menunggu, pas ada busnya juga penumpang harus bersempit-sempit ria dan bergelantungan, ini menunjukkan kurangnya armada. Semoga cepat teratasi dan terlaksana juga penambahan jalur seperti ke arah Pusri.
13 October 2011
Trans Musi
Selain Bus Kota, sekarang Bus Trans Musi sudah perlahan-lahan sudah menjadi pilihan untuk berpergian kemana-mana terutama ke mall-mall yang hampir semua Mall dilewati oleh angkutan ini, selain nyaman dan tertib juga tidak ikut menambah kemacetan, karena mereka tidak ada waktu untuk menunggu penumpang terlalu lama, Bus ini juga sudah beroperasi sampai jam 21.00 hingg. Sayangnya jumlah bus ini masih belum banyak, utk setiap jurusan baru ada sekitar 20 angkutan.
Bus Kota
Salah satu Bus Kota Jurusan Plaju Pusri ini adalah salah satu korban dari pertengkaran anak sekolah hingga kacanya menjadi korban dan mungkin karena masa berakhirnya bus kota hampir usai jadi kaca tersebut tidak diganti oleh pemiliknya.
18 July 2011
Jalan Jendral Ahmad Yani
Jalan Jendral Ahmad Yani, sebuah jalan yang cukup panjang yang terleltak diseberang Ulu Palembang, dijalan ini ada 1 Rumah Sakit (Rs.Muhammadiyah), 4 Perguruan Tinggi (Universitas Bina Darma, Universitas PGRI, Universitas Muhammadiyah, Akubank MDP), Kantor Pajak, Kantor Pemasaran Pertamina, Toyota, Honda dll. Kepadatan lalu linta akan terasa pada pagi dan sore hari. Jalan ini dilaluui angkot Ampera-Plaju, Bus Kota ke Perumnas, Pusri dan Km12, dan TransMusi dari Plaju Ujung sampai ke Palembang Square melewati transit ke Jakabarin-Kertapati di Dekat Gedung DPRD II, Transit ke KM 12 di Monpera, Ke Perumnas di Pasar Gubah.
06 June 2011
Goncank
01 May 2011
Beca


Angkutan alternatif yang bisa menuju langsung ke rumah salahsatunya adalah Beca, orang Palembang menyebutnya Becak, kendaraan roda 3 ini masih populer di Palembang walau sudah terpinggirkan. Sudah tidak boleh lagi masuk di tengah kota, mereka hanya berputar di sekitar perkampungan. Tapi mereka juga membentuk komunitas abang beca, seperti Komunitas Wong Kito yang sering mangkal di depan PIM. Dipangkal Ampera seberang ulu dan hampir semua wilayah seberang ulu juga masih banyak beca yang berkeliaran. Gambar atas ketika beca berjalan normal sedangkan gambar bawah abang becaknya iseng pada saat ketika tidak ada penumpang.

30 March 2011
Di Lampu Merah

08 September 2010
Halte TransMusi
22 July 2010
Lalu Lintas
Jangan Lupa Lihat di :
Angkutan Darat,
Sudirman,
Transportasi
19 July 2010
Bus Kota

14 July 2010
TransMusi


29 June 2010
TransMusi


08 March 2010
Trans Musi




Satu lagi angkutan umum yang nyaman untuk dinaiki hadir di Palembang, kehadirannya dimulai pada akhir Februari 2010. Bus yang tidak telalu besar yang mempunyai 20 tempat duduk dan lebih kurang 23 tempat pegangan untuk penumpang yang berdiri, disamping memang tidak terlalu padat bus ini tidak padat karena berAC, musik juga sesekali ada dan cukup untuk telinga dan berhenti selalu di halte, karena tidak akan bisa turun kalau tidak di halte.

16 February 2010
Menanti Pelanggan


01 December 2009
Pos Polisi Simpang Cinde
Jangan Lupa Lihat di :
Angkutan Darat,
Profile Jalan,
Sudirman,
Tempat Kotor dan Jelek
Subscribe to:
Posts (Atom)